Posted on November 25, 2009 by ranitarmidi
Demi kepentingan dan keselamatan sang guru, malaikat menyarankan padanya untuk menyudahi ini semua
Menutup ceritanya dengan 4 murid ini sampai di sini saja dan mencari murid lain
Namun Sang Guru masih ingin bertahan
Filed under: poetry | Tagged: sakit hati, sepi | 2 Comments »
Posted on September 15, 2009 by ranitarmidi
Aku tidak suka dengan kenangan. Aku ingin semua yang pernah ada dalam hidupku tetap ada untuk selamanya, sahabat, temapt bermain, tempat belajar, dan lain-lain. Hal yang paling tidak kusukai adalah ketidakmampuanku membuat mereka tetap ada. Aku tidak suka mendapati kenyataan sahabatku hilang (dari bisa kuhubungi menjadi tidak bisa kuhubungi karena alasan apapun)
Filed under: stories | Tagged: sepi | Leave a Comment »
Posted on August 2, 2009 by ranitarmidi
Kita hidup bukan hanya untuk diri kita sendiri. Kita juga bukan hidup hanya untuk orang lain. Kita hidup untuk diri kita sendiri dan orang lain. Setelah diri kita beres, kita harus ingat untuk membereskan hidup orang lain juga. Tapi kapan kita tahu hidup kita sudah beres?
Filed under: stories | Tagged: gemar memberi, sepi | 2 Comments »
Posted on July 26, 2009 by ranitarmidi
Kita tidak harus menggantinya, bahkan kita tidak boleh menggantinya.
Kita harus lanjutkan hidup tidak hanya dengan mengganti isinya, tapi juga pembungkusnya.
Hanya ada satu yang merupakan yang terbaik, biarlah itu menjadi apa adanya.
Filed under: poetry | Tagged: manis bagai kue, menarikku, penuh perhatian, sepi, tak terpisahkan | 4 Comments »
Posted on July 21, 2009 by ranitarmidi
Kamu adalah jawaban untuk semua kebahagiaan dan penderitaanku.
Filed under: poetry | Tagged: menarikku, senyuman, sepi | Leave a Comment »
Posted on July 18, 2009 by ranitarmidi
Lirk lagu sheila on 7 yang kuberi sedikit sentuhan…
Filed under: poetry | Tagged: menarikku, sehati, sepi | Leave a Comment »