Alhamdulillah saya ucapkan atas segal hal yang telah terjadi pada saya.
Pada semester lalu, saya terlalu banyak bermain-main. Saya senang untuk bermain, namun saya tidak senang akibatnya. Lalu saya menyalahkan tiga teman dekat saya secara tersirat. Menurut saya, karena merekalah saya
jadi banyak kehabisan waktu. Mulai dari belajar bersama mereka yang menyita waktu, bermain futsal, bermain basket, bermain bulutangkis, dan berjalan-jalan. Akibatnya, pada semester ini, saya mengambil mata kuliah tanpa janji-janji dahulu dengan mereka. Lalu saya tidak banyak komunikasi dengan mereka.
Namun, ada suatu kejadian di masa lalu yang membuat saya berubah. Dahulu, kejadian yang sama pernah terjadi. Saya memiliki seoran
g teman dekat. Pertama-tama saya kesal dengan dia karena dia menghabiskan waktu saya. Tidak banyak kemauan saya yang terlaksana bersama dia, tepatnya kemauan untuk senang-senang. Lalu saya menjauh dan berteman dengan orang lain. Siapa sangka semua hal yang menyenangkan saya terjadi bersama dia. Namun… Ternyata itu semua salah. Akhirnya saya terjerumus dalam jurang yang paling gelap, hidup di antara kenyataan dan angan-angan. Kemudian saya hanya berpikir, andai dahulu saya tidak melepaskannya.
Sekarang, saya berada di sebuah keadaan di mana saya tengah melepaskan tiga sahabat terbaik. Kemud
ian saya tertegun dan memilih jalan berbeda. Saya memilih untuk berbicara dengan mereka tentang kesibukan saya. Saya meminta kepada mereka kalau belajar bersama jangan sampai malam-malam. Kemudian kalau mau membuat jadwal olahraga, dua
kali saja seminggu. Selain itu, saya menjadi lebih sering membahas berbagai hal dengan mereka. Lebih sedikit hal yang saya simpan sendiri, lebih menyenangkan hubungan saya dengan mereka. Semoga perasaan dan suasana seperti ini bertahan selamanya bersama mereka, Wulan, Saras, dan Diana.
Filed under: uncategorized
kepingan-kepingan yang lengkap akan menjadi sebuah cerita





