• tentangku

    28september1990

    nama lengkap: Rani Sasmita Tarmidi
    TTL: Bandung, 28 September 1990
    pendidikan saat ini: ITB '08, ProgramStudi Matematika
    bidang yang ditekuni: Matematika, Sastra Indonesia, Film, Musik, dan Olahraga
    e-mail: rani_tarmidi@yahoo.com atau ranitarmidi@yahoo.com
    YM: ranitarmidi
  • kategori² yang ada

  • kepingan-kepingan yang lengkap akan menjadi sebuah cerita
    ©RaniTarmidi2009

  • post² terbaru

Kenangan

Pada hari Selasa, 17 Agustus 2010 aku dan kakakku pergi ke toko buku Togamas. Ada sebuah buku berjudul I Love U Mom. Isinya adalah kisah beberapa anak tentang ibu mereka. Cerita yang pertama mengisahkan seorang anak yang sekarang hanya tinggal berdua dengan ibunya yang baru saja diamputasi kakinya. Ayahnya telah meninggal dunia. Dikisahkan bahwa ketika ayahnya masih ada, ia tidak terlalu dekat dengan ibunya. Ibunya memiliki suasana hati yang mudah berubah. Kemudian ayahnya selalu berada diantara ia dan ibunya. Sehingga ia tidak pernah menghadapi ibunya dalam segala jenis suasana hati.

Setelah ayahnya meninggal, ia baru sadar banyak hal yang belum ia katakan kepada ayahnya. Maka bersama ibunya, anak ini tidak ingin mengulangi hal yang sama. Karena ia telah menyadari tidak ada lagi masalah yang dapat diselesaikan di pemakaman. Segalanya hanya bisa diselesaikan selagi ibunya hidup. Maka, belajarlah ia pelan-pelan menghadapi segala suasana hati ibunya dan terbiasa dengan itu semua.

Ini adalah gambaran yang aku dapatkan setelah membaca beberapa halaman pertama. Bagian yang paling berkesan adalah pemaparan fakta bahwa tidak ada lagi masalah yang dapat diselesaikan di pemakaman.

Ketika kecil, aku pernah merasa sangat takut untuk membayangkan kematian seseorang yang aku kenal. Aku sering menangis sendiri jika membayangkan seseorang, siapapun, yang dahlulunya pernah berbicara denganku tidak dapat kutemui lagi di muka bumi ini.

Kemudian salah seorang sepupuku meninggal dunia karena demam berdarah. Saat kejadiannya, aku masih sangat kecil. Tidak ada yang kuingat tentang moment tersebut. Itulah pertama kalinya aku mendapati orang kuingat pernah berbicara denganku meninggal.

Hal berikutnya yang aku ingat adalah kematian kakak bapakku, Ua Dadang. Lebih banyak hal yang kuingat tentang kejadian ini. Pertama, rumah Ua Dadang adalah salah satu rumah yang hampir selalu kukunjungi ketika lebaran. Kemudian kami disuguhkan kue kismis yang selalu diletakkan di atas akuariun berisi ikan mas koki. Kematian Ua Dadang sangatlah cepat. Ia pingsan di pagi hari, lalu di hari yang sama dikabarkan telah meninggal. Aku pergi melayat dan melihat jenazahnya. Tidak banyak kesan yang timbul saat itu, yang terasa hanyalah kejadian tersebut terasa menyedihkan.

Kemudian kematian kakak ipar mamah, Om Bill. Saat itu aku sedang duduk di bangku SMA dan kakakku kuliah di Jatinangor. Kakakku lebih sering pulang ke Bandung daripada pulang ke Jakarta. Setiap ke Bandung, ia ke rumah Om Bill. Banyak hal tentang Om Bill yang diceirtakan oleh kakakku. Mulai gelar profesor, masalah mata, makanan kesukaan, masalah jantung, rokok, kopi, bacaan kesukaan, dan lain-lain. Seiring waktu berjalan, kemampuan mata Om Bill menurun. Lalu pernah suatu hari kakakku ingin menghadiahkan sebuah kaset untuk Om Bill. Kaset tersebut berisi rekaman kakakku membacakan novel berjudul The Life of Pi. Sebelum rekaman itu selesai, Om Bill meninggal di RS Boromeus. Kakakku dan ibuku ada di sampingnya saat itu. Pagi harinya, aku sempat menengok dan di saat itulah aku merasa sedih. Ketika jenazah dibawa ke rumah, aku sedih, namun tidak sesedih yang kurasakan ketika di RS pagi harinya.

Berikutnya kematian kakak bapakku, Ua Ceuceu. Ketika aku masih SMP, aku pernah berlibur ke rumah beliau di Kuningan. Aku sangat menyukai liburan saat itu. Kamudian lama waktu berselang, beliau dikabarkan sakit. Setelah sakit beberapa bulan, beliau meninggal. Aku dan keluargaku tidak bisa datang ke Kuningan. Tidak banyak hal yang kurasakan saat itu. Aku hanya merasakan satu hal, ayahku pasti sangatlah sedih.

Berikutnya kematian kakak ibuku, Tante Rini. Tante Rini adalah istrinya Om Bill. Dari semuanya, kematian Tante Rini adalah yang paling menggerayangi hatiku. Setelah berselang 40 hari lamanya, hatiku masih tetap merasakan sesuatu yang mengganjal. Sore harinya ketika Tante Rini meninggal, makanan yang diantar RS Advent kurang menarik. Lalu ia meminta dibelikan nasi padang. Aku tidak tahu boleh atau tidak, maka aku mengatakan “oh gitu, mau?” Kemudian Tante Rini menarik kembali permintaannya. Maka aku tidak membelikannya. Sepulang dari rumah sakit, aku berencana membeli kacang kedelai dan membuatkan susu untuknya esok pagi. Tapi karena lupa, kuputuskan untuk membeli kacang besok pagi, dan dibuat sore harinya. Setelah Tante Rini meninggal, bertubi-tubi pertanyaan menimpa hatiku. Jika aku pergi membelikan nasi padang akankah keadaan berbeda? Jika aku membelika kacang kedelai malam itu akankah keadaan berbeda? Jika aku datang lebih awal dan tinggal lebih lama di RS hari itu akankah keadaan berbeda? Jika ini…jika itu… dan jutaan jika lainnya datang tak berhenti dan tak berjawab. Terasa sekarang, tidak ada lagi yang bisa dilakukan saat ataupun setelah pemakaman.

Biarlah mereka semua menjadi kenangan yang menambah pengalaman hidupku.

3 Responses

  1. selamat belajar ya sayang …. Mama selalu doakan ♥

  2. Kamu sudah melakukan yang terbaik untuk tante Rini… http://www.matkita.com/doa40.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.