Sudah hampir dua tahun aku tidak solat taraweh di masjid dekat rumahku di Jakarta. Malam ini aku taraweh di sana. Suasana begitu berbeda
1. Pintu di langit-langit yang menuju ke para sudah tidak ada
2. Jam dinding di dinding paling depan sudah diganti
3. Sekarang ada sebuah pengumuman yang berisi daftar jeda waktu dari adzan ke qomah pada tiap solat wajib
4. Jumlah jemaatnya berbeda, sekarang lebih sedikit
5. Penceramahnya sekarang lebih muda daripada yang dulu
Tapi ada hal yang tidak berubah tentang mesjid itu
1. Bangunan itu tetap sebuah mesjid
2. Seorang nenek tua yang selalu solat taraweh di sana sejak aku taraweh untuk pertama kalinya
Ada kenangan yang sering tersirat dalam pikiranku setiap kali aku menginjakkan kaki di tempat yang sudah lama tak aku kunjungi. Kadang aku berpikir, apakah semua kenangan-kenangan itu akan tetap ada di pikiranku sampai aku mati? Kadang aku merasa sedih membayangkan hari esok.
Aku tidak suka dengan kenangan. Aku ingin semua yang pernah ada dalam hidupku tetap ada untuk selamanya, sahabat, temapt bermain, tempat belajar, dan lain-lain. Hal yang paling tidak kusukai adalah ketidakmampuanku membuat mereka tetap ada. Aku tidak suka mendapati kenyataan sahabatku hilang (dari bisa kuhubungi menjadi tidak bisa kuhubungi karena alasan apapun), tempat aku biasa menghabiskan waktu di masa kecil sudan tidak ada, dan segala perubahan-perubahan seperti itu.
Tuhan…aku tahu hidup harus berubah. Tapi kenapa begitu banyak hal yang berubah?
kepingan-kepingan yang lengkap akan menjadi sebuah cerita





